Kamis, 16 Maret 2017

Mahabbah ku di 411


    Tepat pada 4 November 2016 itu akan ada aksi Longmarch dari Istiqlal menuju Istana Merdeka,atau yang biasa di sebut Aksi 411.
Pada saat itu ana dan sohib ingin hadir dalam aksi 411 itu tetapi,berhubungan kami masih pelajar jadi Sekolah dulu yang lebih penting.Kami pun mencari cara tuk bisa hadir dalam aksi tersebut,kami terus cari-cari informasi.Alhamdulillah kami dapat informasi kalau rombongan Al-Akhyar-Kartini akan Konvoi ke aksi tersebut ba'da shalat Jum;at.

  Sebelumnya kami menitipkan wasiat kepada orangtua kami masing-masing, dikarenakan dapat informasi bahwa aksi tersebut di perkirakan menginap,jadi harus membawa sikat gigi,peralatan shalat,dsb.Orangtua kami pun akhirnya mengizinkan kami tuk hadir dalam aksi 411 itu tetapi,dengan syarat harus sekolah terlebih dahulu.Setelah pulang sekolah pukul 11.20 ana langsung berangkat ke Masjid Al-Akhyar 
di Kartini untuk Shalat Jum'at setelah itu konvoi.Kami telah berjanjian bahwa kami akan bertemu di masjid tersebut.
Setelah Shalat Jum'at berakhir kami bersiap-siap untuk konvoi bersama menuju Istana merdeka.Saat itu ratusan orang yang ikut dalam konvoi bersama dari berbagai wilayah sekitar.Akhirnya berangkatlah kami dengan di kawal oleh Polisi.


  Sesampainya kami di aksi 411,Masya allah tak di duga ramainya para mujahid-mujahid dan mujahidah yang ikut serta untuk membela agama Allah.Hati kami mulai tergetar dengan banyaknya para pembela agama allah.Mungkin dari atas bisa kita lihat seperti Lautan Putih.
Singkat cerita,Kamipun masih bertahan duduk dengan manis di 411 itu karena,Habib Rizieq mengkomandokan untuk tetap diam di tempatnya masing-masing sampai dapat keputusan.Ba'da maghrib Ustadz Arfin Ilham memimpin Dzikir dan Do'a.Ketika sedang berlangsung,terdengarlah suara Tembakan Gas air mata entah arahnya dari depan ataupun belakang.Kami pun bingung mengapa Polisi menembaki gas air mata itu.Buyarlah para mujahid ketika Polisi nejat itu menembaki kami.Kami lari kesana kesini tuk mencari odol agar terhindar dari radiasi gas air mata itu.

  Tetapi Habib Ahmad Al-Athas mengkomandokan kami(rombongan Bekasi) tuk mundur kebelakang agar tak ada korban.Kamipun mundur dan berhenti sejenak tuk istirahat dan makan malam.
Dan Alhamdulillah dari rombongan Bekasi tak ada korban jiwa dari Aksi411 tersebut,kamipun pulang dengan keadaan selamat walau odol bercemongan di muka.

5 komentar: